BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah
artinya perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang
memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh
Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses
penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136)
adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur
pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.
Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 :
4) yaitu : “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.
B.
Rumusan Masalah
1.
Pengertian Media Tiga Dimensi
2.
Kelebihan-kelebihan media tiga dimensi
3.
Media pembelajaran tiga dimensi yang terdiri atas media
benda sebenarnya, media benda tiruan dan perangkat media tiga dimensi yang
lainnya.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian media tiga dimensi
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang
penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud
sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai
tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung
ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana
benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas
atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu
berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran
yang efektif.
Media tiga dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah adalah
tergolong sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus
memerlukan keahlian khusus, dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah
diperoleh di lingkungan sekitar.
Kelebihan-kelebihan media tiga dimensi
Moedjiono (1992) mengatakan bahwa media sederhana tiga
dimensi memiliki kelebihan-kelebihan: memberikan pengalaman secara langsung,
penyajian secara kongkrit dan menghindari verbalisme, dapat menunjukkan obyek
secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya, dapat
memperlihatkan struktur organisasi secara jelas, dapat menunjukkan alur suatu
proses secara jelas. Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah: tidak bisa
menjangkau sasaran dalam jumlah yang besar, penyimpanannya memerlukan ruang
yang besar dan perawatannya rumit.
Belajar benda sebenarnya melalui widya wisata. Widya
wisata adalah kegiatan belajar yang dilaksanakan melalui kunjungan ke suatu
tempat di luar kelas sebagai bagian integral dari seluruh kegiatan akademis
dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.
Keuntungan-keuntungan yang diperoleh dengan belajar melalui
widya wisata adalah: siswa memperoleh pengalaman langsung sehingga proses
belajar menjadi lebih bermakna, membangkitkan minat siswa untuk menyelidiki,
melatih seni hidup bersama dan tanggung jawab bersama, menciptakan kepribadian
yang komplit bagi guru dan siswa, mengintegrasikan pengajaran di kelas dengan
kehidupan dunia nyata. Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah: sulit dalam
pengaturan waktu, memerlukan biaya dan tanggung jawab ekstra, obyek wisata yang
jarang memberikan peluang yang tepat dengan tujuan belajar.
Belajar benda sebenarnya melalui specimen. Terminologi benda
sebenarnya digolongkan atas dua, yaitu obyek dan benda contoh (specimen).
Obyek adalah semua benda yang masih dalam keadaan asli dan alami. Sedangkan
specimen adalah benda-benda asli atau sebagian benda asli yang digunakan
sebagai contoh. Namun ada juga benda asli tidak alami atau benda asli buatan,
yaitu jenis benda asli yang telah dimodifikasi bentuknya oleh manusia.
Contoh-contoh specimen benda yang masih hidup adalah: akuarium, terrarium, kebun binatang, kebun percobaan, dan insektarium.
Contoh-contoh specimen benda yang sudah mati adalah: herbarium, teksidermi,
awetan dalam botol, awetan dalam cairan plastik. Contoh-contoh specimen benda
yang tak hidup adalah: berbagai benda yang berasal dari batuan dan mineral. Sekarang belajar melalui benda sebenarnya jarang
dilakukan. Ada
beberapa alasan orang tidak mempelajari benda sebenarnya, yaitu: bendanya sudah
tidak ada lagi, kalaupun ada sangat sulit untuk dijangkau, terlelalu besar atau
terlalu kecil, sangat berbahaya untuk dipelajari langsung, tidak boleh dilihat,
terlalu cepat atau terlalu lambat gerakannya.
Belajar melalui Media Tiruan. Media tiruan sering disebut
sebagai model. Belajar melalui model dilakukan untuk
pokok bahasan tertentu yang tidak mungkin dapat dilakukan melalui pengalaman
langsung atau melalui benda sebenarnya. Ada beberapa tujuan belajar dengan
menggunakan model, yaitu: mengatasi kesulitan yang muncul ketika mempelajari
obyek yang terlalu besar, untuk mempelajari obyek yang telah menyejarah di masa
lampau, untuk mempelajari obyek-obyek yang tak terjangkau secara fisik, untuk
mempelajari obyek yang mudak dijangkau tetapi tidak memberikan keterangan yang
memadai (misalnya mata manusia, telinga manusia), untuk mempelajari konstruksi-konstruksi
yang abstrak, untuk memperliatkan proses dari obyek yang luas (misalnya proses
peredaran planit-planit). Keuntungan-keuntungan menggunakan model adalah:
belajar dapat difokuskan pada bagian yang penting-penting saja, dapat
mempertunjukkan struktur dalam suatu obyek, siswa memperoleh pengalaman yang
konkrit. Ditinjau dari cara membuat, bentuk dan tujuan penggunaan model dapat
dibedakan atas: model perbandingan (misalnya globe),
model yang disederhanakan, model irisan, model susunan, model terbuka,
model utuh, boneka, dan topeng.
Peta Timbul. Peta timbul yang secara fisik termasuk model
lapangan, adalah peta yang dapat menunjukkan tinggi rendahnya permukaan bumi.
Peta timbul memiliki ukuran panjang, lebar, dan dalam. Dengan melihat peta timbul,
siswa memperoleh gambaran yang jelas tentang perbedaan letak, tepi pantai,
dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, gunung berapi, lembah, danau,
sungai. Peta timbul dapat dibuat oleh guru bersama siswa sehingga dapat memupuk
daya kreasi, daya imajinasi, dan memupuk rasa tanggung jawab bersama terhadap
hasil karya bersama. Bahan yang dapat dipakai membuat peta tilmul adalah semen,
tanah liat, serbuk gergaji, bubur kertas karton. Pemilihan bahan disesuaikan
dengan keperluan peta timbul yang ingin dibuat.
Globe. Globe (model perbandingan) adalah benda tiruan
dari bentuk bumi yang diperkecil. Globe dapat memberikan keterangan tentang
permukaan bumi pada umumnya dan khususnya tentang lingkungan bumi, aliran
sungai, dan langit. Tujuan penggunaan globe adalah: menunjukkan bentuk bumi
yang sebenarnya dalam skala kecil, menunjukkan jarak pada suatu titik tertentu,
menunjukkan skala-skala tentang jarak pada lingkungan yang luas. Ukuran gloge
yang paling umum adalah 8, 12, 16, 20, 24 inci. Globe untuk perseorangan cukup
berukuran 8 inci, sedangkan untuk kelas adalah 12 atau 16 inci.
Boneka. Boneka yang merupakan salah satu model
perbandingan adalah benda tiruan dari bentuk manusia dan atau binatang. Sebagai
media pendidikan, dalam penggunaannya boneka dimainkan dalam bentuk sandiwara
boneka. Penggunaan boneka dalam pendidikan telah populer sejak tahun 1940-an di
Amerika. Di Indonesia, penggunaan boneka sudah lumrah,
misalnya wayang golek (di Jawa Barat) digunakan untuk memainkan ceritera
Mahabarata dan Ramayana. Macam-macam boneka dibedakan atas: boneka jari
(dimainkan dengan jari tangan), boneka tangan (satu tangan memainkan satu
boneka), boneka tongkat seperti wayang-wayangan, boneka tali sering disebut
marionet (cara menggerakkan melalui tali yang menghubungkan kepala, tangan, dan
kaki), boneka bayang-bayang (shadow puppet) dimainkan
dengan cara mempertontonkan gerak bayang-bayangnya. Keuntungan menggunakan
boneka adalah: efisien terhadap waktu, tempat, biaya, dan persiapan; tidak
memerlukan keterampilan yang rumit; dapat mengembangkan imajinasi dan aktivitas
anak dalam suasana gembira. Agar penggunaannya menjadi efektif, maka harus
memperhatikan hal-hal: merumuskan tujuan pengajaran secara jelas, didahului
dengan pembuatan naskahnya, lebih banyak mementingkan gerak ketimbang verbal,
dimainkan sekitar 10-15 menit, diselingi dengan nyanyian, ceritera disesuaikan
dengan umur anak, diikuti dengan tanya jawab, siswa diberi peluang memainkannya
Media Pembelajaran pembelajaran tiga dimensi
Tiga Dimensi Pada bagian ini dibahas media pembelajaran tiga
dimensi yang terdiri atas media benda sebenarnya, media benda tiruan dan
perangkat media tiga dimensi yang lainnya.
Pengertian Benda Asli
Salah satu bentuk media pembelajaran yang termasuk dalam
kategori tiga dimensi adalah benda-benda asli, atau wujud kenyataan kondisi
yang sebenarnya. Dari segi efektivitas pengajaran, penggunaan benda sebenarnya
sebagai media pembelajaran dapat memberikan urunan yang cukup berarti, terutama
dari pemerolehan pengalaman yang bersifat langsung dan kongkrit. Karena segala
peristiwa yang terungkap di dalam jalinan interaksi dengan media sebenarnya
tersebut, cukuplah untuk mendapatkan peng-alaman langsung, lengkap dan kesan
yang mendalam dari apa yang dipelajari, tepatlah apabila kita belajar melalui
benda-benda atau keadaan yang sebenarnya. Ada
yang menyebut media ini sebagai alat peraga langsung.
Pengertian yang termasuk dalam kategori media pembelajaran
yang sebenarnya, baik benda yang hidup seperti manusia, tumbuhan, dan hewan, di
samping benda mati dan benda tak hidup (anorganik). Ada dua cara yang ditempuh untuk belajar
melalui benda sebenarnya, yaitu membawa kelas ke dunia luar atau membawa dunia
ke dalam kelas. Untuk membawa kelas ke dunia luar caranya dapat melalui
Widyawisata/Karyawisata, yaitu perjalanan ke luar kelas atau sekolah (wisata)
untuk tujuan belajar (widya). Sedangkan untuk dapat membawa dunia (luar) ke
dalam kelas adalah dengan cara menggunakan specimen atau barang contoh, yaitu
benda-benda aseli baik dalam keadaan hidup dan utuh, maupun dalam keadaam mati
ataupun sebagian dari benda aseli itu untuk diperagakan atau dipelajari di
kelas atau di dalam ruang laboratorium khusus untuk pelajaran tertentu.
Belajar Benda Asli melalui Widyawisata
Widyawisata adalah kegiatan belajar yang dilaksanakan melalui
suatu kunjungan ke suatu tempat atu obyek di luar kelas sebagai bagian integral
dari seluruh kegiatan akademis/ belajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
dan pembelajaran (instruksional) tertentu. Widya artinya belajar dan wisata artinya
kunjungan atau perjalanan.
Keuntungan Widyawisata
Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui widya-wisata,
antara lain:
Pengalaman langsung
Pengalaman langsung dengan benda sebenarnya akan memberikan
kesan yang lebih kuat, dengan demikian membuat hasil belajar yang lebih
menetap. Dengan demikian siswa akan bertambah wawasan serta pengalamannya.
Membangkitkan minat untuk menyelidiki dan menemukan sesuatu
yang baru
Dengan belajar dengan objek langsung di tempat benda itu
berada siswa akan lebih lengkap pengalaman yang diperolehnya.
Melatih seni hidup bersama, menjalankan tugas dan
tanggungjawab bersama
Dengan dibentuknya panitia study tour siswa diberi tugas dan
tanggung jawab masing sesuai dengan bidang ugas dan tanggung jawabnya. Di
situlah mereka belajar seni hidup yang nyata dan salling tolong menolong satu
sama lain.
Menciptakan kepribadian yang komplit bagi guru maupun siswa.
Banyak pengalaman yang hanya dapat diperoleh melalui kegiatan
ini. Misalnya bagaimana mengatasi hambatan transportasi, bagaimana mengatasi
hambatan bahasa (misalnya lokasi wisata hanya menggunakan bahasa lokal saja),
bagaimana mengatasi keadaan darurat (misalnya ada peserta yang sakit mendadak)
dan sebagainya.
Mengintegrasikan antara pengajaran di kelas dengan kehidupan
nyata di masyarakat
Karyawisata mampu mengintegrasikan pengalaman siswa atau
peserta didik. Pengalaman yang dimiliki siswa perlu disesuaikan dengan
pengalaman yang ada, agar peserta didik memiliki pemahaman yang luas terhadap
dunia sekitarnya. Pengalaman yang diperoleh selama melakukan karyawisata
merupakan pengalaman langsung dari kehidupan di luar diri anak atau masyarakat
sekitar yang dekat dengan siswa.
Kelemahan-kelemahan
Di samping ada keuntungan yang kita dapatkan dari kegiatan karyawisata, ada juga kelemahan-kelemahan yang kita dapatkan. Beberapa kelemahan Widyawisata, yaitu sebagai berikut ini.
Masalah waktu
Apabila tidak dirancang secara baik, disamping mengganggu siswa dan kegiatan rutinnya juga akan memboroskan waktu saja.
Di samping ada keuntungan yang kita dapatkan dari kegiatan karyawisata, ada juga kelemahan-kelemahan yang kita dapatkan. Beberapa kelemahan Widyawisata, yaitu sebagai berikut ini.
Masalah waktu
Apabila tidak dirancang secara baik, disamping mengganggu siswa dan kegiatan rutinnya juga akan memboroskan waktu saja.
Memerlukan biaya
Memerlukan biaya, tenaga dan tanggungjawab ekstra. Disamping
biaya yang dikeluarkan di luar biaya rutinsekolah, tenaga untuk perjalanan juga
memerlukan pengelolaan yang penuh tanggungjawab baik dari siswa maupun guru.
Karena bagaimanapun perjalanan sekolah semacam ini mengandung banyak resiko.
Obyek wisata yang kurang memenuhi syarat
Sering terjadi tujuan widya wisata tidak dapat tercapai disebabkan obyek yang tidak memenuhi syarat untuk bahan belajar. Misalnya obyek yang terlalu rumit, terlalu kecil, terlalu besar, berbahaya dan sebagainya.
Sering terjadi tujuan widya wisata tidak dapat tercapai disebabkan obyek yang tidak memenuhi syarat untuk bahan belajar. Misalnya obyek yang terlalu rumit, terlalu kecil, terlalu besar, berbahaya dan sebagainya.
Langkah-langkah Widyawisata
Secara umum widya wisata dapat melalui tahap-tahap:
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi/follow-up. Namun tahapan itu dapat
dirinci sebagai berikut:
1. Menetapkan tujuan yang jelas, yaitu apa yang akan dicapai
melalui kegiatan widyawisata tersebut.
2. Jika kegiatan tersebut melalui instansi-instansi tertentu,
persiapkan lebih dulu prosedur perijinan yang harus dipenuhi. Pilihlah kurir
yang cekatan, sehingga mereka dapat menyelidiki dulu kondisi dari obyek yang
akan dikunjungi. Mintalah persetujuan dan kerja sama dari/dengan orang tua.
3. Persiapkan dengan teliti apa saja yang perlu dibawa untuk
kelengkapan dan keamanan pada waktu mengadakan perjalanan dan waktu berada
ditempat wisata.
4. Jelaskan pada siswa tugas-tugas apa saja yang harus
dikerjakan dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang nanti jawabannya akan
ditemukan ditempat wisata.
5. Dalam perjalanan tata tertib harus dijaga dan utamakan
keselamatan, sehingga bisatiba ditempat tujuan dengan selamat dan tepat pada
waktu yang direncanakan.
6. Setelah tiba di tempat yang dituju ingatkan sekali lagi
tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh murid selama ditempat tersebut.
7. Setelah pulang dengan selamat, lanjutkan dengan kegiatan
lanjutan yang berupa:
a. Pelaporan secara umum proses dan hasil kegiatan perjalanan
tersebut.
b. Diskusikan hasil-hasil yang diperoleh selama widya wisata.
c. Adakan kegiatan evaluasi terhadap hasil widya wisata tersebut. Untuk mengetahui sejauh mana tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya tercapai.
c. Adakan kegiatan evaluasi terhadap hasil widya wisata tersebut. Untuk mengetahui sejauh mana tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya tercapai.
d. Rumuskanlah saran-saran untuk kegiatan yang serupa untuk
kegiatan yang akan datang.
e. Simpan dengan baik semua dokumentasi yang diperoleh agar
dapat digunakan sewaktu-waktu.
f. Buat laporan lengkap seluruh kegiatan widyawisata dan
seluruh hasil yang diperoleh selama widya wisata tersebut dalam satu file yang
dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu.
Belajar Benda Sebenarnya melalui Speciment
Specimen benda yang masih hidup
a) Akuarium: Sebuah tempat atau wadah (biasanya terbuat
dari bahan kaca) yang berisi air yang digunakan untuk
memelihara binatang atau tumbuh-tumbuhan air.
dari bahan kaca) yang berisi air yang digunakan untuk
memelihara binatang atau tumbuh-tumbuhan air.
b) Terrarium: Kota
tempat untuk memelihara hewan darat ( jenis hewan yang melata) dan tumbuhan
darat (tentu saja yang berukuran cukup kecil).
c) Kebun binatang: Dengan segala jenis binatang darat, laut,
maupun berbagai jenis burung yang dimaksudkan sebagai contoh/sampel juga.
Pengelola kebun binatang ini berusaha membuat kondisi hidup binatang yang
dipeliharanya sesuai dengan atau setidak-tidaknya mirip dengan habitat aslinya.
d) Kebun percobaan atau kebun percontohan dengan berbagai
tumbuhan budidaya maupun tumbuhan lain.
e) Insektarium: Berupa kotak atau tempat memelihara
jenis-jenis serangga atau tempat memajang berbagai jenis serangga yang sudah
mati atau diawetkan.
Specimen benda yang sudah mati
1. Herbarium: Bagian dari tumbuhan yang sudah dikeringkan.
2. Taksidermi: Yaitu kulit hewan yang dibentuk kembali
setelah kulit tersebut dikeringkan dan isi tubuhnya diisi dengan benda lain,
misalnya kapuk.
3. Awetan dalam botol, yaitu mahluk yang sudah mati diawetkan
dalam botol yang berisi larutan formalin 4%, alkohol 70 – 90%.
4. Awetan dalam cairan plastik atau bioplastik yaitu mahluk
yang sudah mati disimpan dalam cairan plastik yang semula cair kemudian
membeku.
Specimen dari benda tak hidup
Specimen dari benda tak hidup, yaitu contoh-contoh dari
berbagai benda tak hidup seperti batuan dan mineral. Adapun untuk mempelajari
specimen inipun ada banyak cara sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai dan
sifat-sifat benda tersebut. Mungkin kita belajar dengan melihat dengan teliti,
mengklasifikasikan, menganalisis, menggunakan, men-diskusikan, mengadakan
percobaan, dan sebagainya. Disamping sejumlah keuntungan dari belajar melalui
benda sebenarnya ada juga kelemahannya.
Benda itu sudah tidak ada lagi sekarang
Benda-benda purba yang hidup pada jutaan tahun yang lalu dan sekarang ini tinggal fosilnya saja tentu tidak mungkin untuk menemukan binatang ataupun tumbuhan purba tersebut dalam keadaan hidup. Untuk itu maka kita dapat membuat replikasinya atau tiruannya berdasarkan fosil-fosil yang sempat ditemukan.
Benda-benda purba yang hidup pada jutaan tahun yang lalu dan sekarang ini tinggal fosilnya saja tentu tidak mungkin untuk menemukan binatang ataupun tumbuhan purba tersebut dalam keadaan hidup. Untuk itu maka kita dapat membuat replikasinya atau tiruannya berdasarkan fosil-fosil yang sempat ditemukan.
Benda itu terlalu jauh dan tak terjangkau oleh kita
Baik benda-benda langit yang memang sangat jauh jaraknya dari
kita maupun benda-benda di bumi sekalipun namun terlalu jauh untuk kita jangkau
ataupun jika kita ingin mempelajarinya secara langsung memerlukan waktu
perjalanan berhari-hari ataupun bahkan berminggu-minggu. Untuk menghemat waktu
baik bagi guru maupun siswa lebih baik kita siapkan atau buat tiruannya dalam
bentuk yang diperkecil. Dengan demikian akan membantu memberikan kejelasan
kepada siswa yang mempelajarinya.
Benda itu terlalu besar atau terlalu kecil
Susunan tata surya kita tidak mungkin akan dapat terlihat struktur dan posisinya masing-masing di ruang angkasa kita tanpa kita buta tiruannya. Selain ukurannya yang sangat besar untuk dapat diamatinya secara langsung jangkauan pengamatan manusia juga sangat terbatas. Untuk itu perlu dibuat tiruannya dalam bentuk model perbanding-an yang diperkecil. Sebaliknya untuk benda-benda atau obyek yang sangat kecil ukurannya yang hanya dapat terlihat dengan jelas dengan bantuan mikroskop dapat pula kita buat tiruanhya dalam bentuk model perbandingan yang diperbesar.
Susunan tata surya kita tidak mungkin akan dapat terlihat struktur dan posisinya masing-masing di ruang angkasa kita tanpa kita buta tiruannya. Selain ukurannya yang sangat besar untuk dapat diamatinya secara langsung jangkauan pengamatan manusia juga sangat terbatas. Untuk itu perlu dibuat tiruannya dalam bentuk model perbanding-an yang diperkecil. Sebaliknya untuk benda-benda atau obyek yang sangat kecil ukurannya yang hanya dapat terlihat dengan jelas dengan bantuan mikroskop dapat pula kita buat tiruanhya dalam bentuk model perbandingan yang diperbesar.
Benda itu sangat berbahaya untuk dipelajari langsung.
Misalnya binatang ataupun tumbuhan yang berbisa atau beracun jika disentuh.
Contohnya di Amerika Selatan ada jenis katak yang pada seluruh kulit tubuhnya
mengandung racun yang mematikan manusia yang hanya dengan menyentuhnya saja.
Jenis serangga tertentu yang gigitannya mengandung racun
mematikan, ular berbisa, berbagai jenis binatang penyengat. Untuk
mempelajarinya secara langsung dan dalam keadaan hidup tentu sangat berbahaya
dan mengandung resiko. Oleh sebab itu kita bisa membuat tiruannya dalam bentuk
model yang bentuk dan ukurannya dibuat sangat mirip dengan benda atau obyek
aslinya (model utuh).
Benda itu tak boleh dilihatnya
Mengapa benda itu tak boleh dilihat? Bukannya tidak dapat dilihat, tetapi karena alasan etika benda tersebut tidak boleh dilihat. Misalnya bagian dari organ tubuh manusia yang jika dipertontonkan tentu melanggar etika, kecuali untuk kepentingan ilmiah atau pengobatan yang tentu saja atas ijin atau profesinya.
Mengapa benda itu tak boleh dilihat? Bukannya tidak dapat dilihat, tetapi karena alasan etika benda tersebut tidak boleh dilihat. Misalnya bagian dari organ tubuh manusia yang jika dipertontonkan tentu melanggar etika, kecuali untuk kepentingan ilmiah atau pengobatan yang tentu saja atas ijin atau profesinya.
Benda itu terlalu cepat atau terlalu lambat geraknya
Untuk mempelajari benda-benda atau obyek-obyek yang sangat besar ukuranya dan untuk melihat bagaimana gerak benda tersebut, misalnya palnit tata surya kita, kita tidak dapat melihat hal itu secara langsung. Di samping akan nampak lambat gerakannya (walaupun sebenarnya gerakan yang sesungguhnya sangat cepat), kemampuan mata kita juga sangat terbatas.
Untuk mempelajari benda-benda atau obyek-obyek yang sangat besar ukuranya dan untuk melihat bagaimana gerak benda tersebut, misalnya palnit tata surya kita, kita tidak dapat melihat hal itu secara langsung. Di samping akan nampak lambat gerakannya (walaupun sebenarnya gerakan yang sesungguhnya sangat cepat), kemampuan mata kita juga sangat terbatas.
Bab 8
Media Benda Tak asli atau Tiruan
Media Benda Tak asli atau Tiruan
Media tiruan atau Model adalah merupakan tiruan dari benda
yang berbentuk tiga dimensi yang dibuat sedemikian rupa sehingga serupa dalam
bentuk dan tidak sama dalam hal-hal yang lainnya. Meskipun semua orang tahu,
bahwa belajar melalui pengalaman lang-sung atau melalui benda sebenarnya
mempunyai sejumlah keuntungan, perlu diketahui juga bahwa sejumlah besar
keterbatasan akan teratasi dengan penggunaan model.
Penggunaan model dimaksudkan untuk mengatasi beberapa masalah
belajar, antara lain yaitu:
Ukuran
Kesulitan mempelajari obyek-obyek yang terlalu besar atau
luas, sehingga tak dapat diamati secara menyeluruh dan sebaliknya obyek-obyek
yang terlalu kecil, sehingga tak dapat diamati dengan mata dengan baik dapat
diatasi dengan menggunakan model. Untuk obyek yang terlalu besar dan luas
dibuat model sederhana yang diperkecil dan untuk obyek yang terlalu kecil
digunakan model perbandingan yang diperbesar.
Waktu
Maksudnya dengan menggunakan model kita dapat mengganti
kenyataan terhadap waktu lampau yang tak dapat kita jangkau dan dengan model
kita dapat memproyeksi ide terhadap hal yang akan datang yang tidak dikenalnya
secara kongkrit. Misalnya obyek-obyek tempat bersejarah dapat digambarkan dalam
bentuk model dan dengan model pula kita dapat menciptakan bentuk bangunan yang
kita kehendaki dan akan diwujudkan dalam bentuk bangunan yang sebenarnya.
Tak terjangkau secara fisik
Maksudnya obyek-obyek yang terlalu jauh dan terlalu banyak
memakan waktu dan biaya yang diperlukan dapat diganti dengan menggunakan
model-model dari obyek tersebut. Misalnya model rumah orang Eskimo, orang
Indian dan sebagainya. Demikian pula obyek yang terlalu jauh dari kita,
misalnya planet-planet yang ada dalam tata surya kita.
Kenyataan-kenyataan yang “tidak berguna”
Banyak obyek atau benda sebenarnya yang dengan mudah kita
jangkau, tetapi tidak memberi keterangan yang memadai. Misalnya: Kerja dari
mata manusia, struktur bagian dalam telinga manusia, kita membuat model yang
diperbesar yang dapat memperlihatkan bagian dalam dari benda tersebut. Tentu
dengan model irisan/terbuka dari obyek tersebut.
Proses
Maksudnya dengan model-model kita dapat memperlihatkan proses
kerja dari obyek-obyek yang besar dan luas. Misalnya proses peredaran planet-planet
atau proses terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan dan sebagainya.
Keuntungan Benda Model
Beberapa keuntungan penggunaan model sebagai media pendidikan
antara lain adalah:
Model berbentuk tiga dimensi
Walaupun bukan benda sebenarnya, ia merupakan wakil yang terbaik bagi benda sebenarnya.
Walaupun bukan benda sebenarnya, ia merupakan wakil yang terbaik bagi benda sebenarnya.
1. Dengan adanya perubahan ukuran, model lebih mudah
dipelajari. Misalnya model yang diperkecil dan model yang diperbesar.
2. Karena bagian-bagian yang tidak penting dihilangkan, orang
tinggal mempelajari bagian-bagian yang penting saja. Misalnya melalui model
yang disederhanakan.
3. Dapat mempertunjukkan struktur bagian dalam suatu benda.
Melalui model irisan orang dapat melihat bagian dalam suatu benda yang tidak
mungkin melihat dalam keadaan aslinya.
4. Kekongkritan yang tak langsung.
Melalui model siswa mendapatkan pengalaman yang kongkrit walaupun tidak mela- lui benda yang sebenarnya.
Melalui model siswa mendapatkan pengalaman yang kongkrit walaupun tidak mela- lui benda yang sebenarnya.
Ditinjau dari cara membuat, bentuk dan tujuan peng-gunaannya
model dapat dibeda- kan antara lain model perbandingan (scale model), model
yang disederhanakan (simplifi-cation model), model irisan (cutaway and cross
section model), model lapangan (macquette), model susunan, model terbuka, model
utuh (duplikat tiruan) boneka dan topeng dan bak pasir.
Macam-macam Benda Model
Model Perbandingan
Model ini dibuat terutama untuk menerangkan sesuatu obyek atau benda yang karena besarnya sukar dibawa masuk kelas atau karena kecilnya sukardiamati dengan baik. Untuk membuat model ini ketelitian perbandingan antara benda asli dengan model yang akan dibuat hendaknya diperhatikan, agar murid tidak mendapatkan pengertian yang keliru dari benda yang sebenarnya.
Model Perbandingan
Model ini dibuat terutama untuk menerangkan sesuatu obyek atau benda yang karena besarnya sukar dibawa masuk kelas atau karena kecilnya sukardiamati dengan baik. Untuk membuat model ini ketelitian perbandingan antara benda asli dengan model yang akan dibuat hendaknya diperhatikan, agar murid tidak mendapatkan pengertian yang keliru dari benda yang sebenarnya.
Membuat model perbandingan memang tidaklah mudah. Misalnya
kita membuat model perbandingan untuk planet atau benda-benda ruang angkasa.Untuk
perbandingan antara bumi, bulan dengan planet Yupiter misalnya, kita sering
kali tidak membuat per-bandingan yang sebenarnya. Misalnya besar bumi sepuluh
kali bulan, tetapi kita buat model dengan perbandingan satu berbanding empat.
Sebaliknya dari benda-benda yang kecil ukurannya kita lebih mudah untuk membuat
model tiruannya secara tepat. Globe misalnya adalah salah satu model
perbandingan. Tetapi dalam bahasan ini, globe akan dibahas dalam paragraf
tersendiri karena pembuatannya memerlukan persyaratan-persyaratan khusus yang
perlu diperhatikan.
Model yang Disederhanakan
Model ini dibuat dengan cara menyederhanakan bentuk benda
yang sebenarnya. Dari bentuk benda yang lebih rumit ditiru bagian-bagian
pentingnya saja. Dengan demikian model ini masih tetap menunjukkan kesan bentuk
yang sebenarnya, hanya dalam wujud yang sederhana. Banyak obyek yang riil
tetapi sulit untuk dipelajari secara langsung, karena rumitnya konstruksi dari
benda atau obyek tersebut.
Dengan model yang disederhanakan akan lebih mudah menangkap
pengertian tentang struktur dari suatu bentuk yang terlalu rumit. Model ini
merupakan tiruan dari benda sebenarnya dalam garis besar yang hanya
mengutamakan ciri-ciri khususnya saja. Misal-nya menggambarkan sebuah pelabuhan
dengan berbagai macam kendaraan, berbagai macam kapal, gedung-gedung atau
bangunan gedung, para pekerjanya, mesin-mesin besar yang sedang bekerja disitu.
Untuk menggambarkan situasi seperti ini tentu saja tidak dibuat dengan
menampilkan sesuai dengan jumlah kapal yang sebenarnya, kendaraan dan
bangunan-bangunan, tetapi dengan beberapa model kapal, model kendaraan, dua
bangunan gedung, sebuah kantor dan beberapa model orang-orangan cukup dapat
meng-gambarkan situasi sebuah pelabuhan.
Model Irisan
Untuk memperlihatkan struktur bagian dalam suatu bentuk atau
obyek agar men-dapatkan pengertian yang jelas tentang bagian-bagiannya maka
digunakanlah model irisan. Model irisan ini dibuat dengan beberapa alasan yang
antara lain benda aslinya tertutup dan terlalu besar, misalnya gunung berapi,
sedang murid memerlukan penjelasan tentang struk- tur bagian dalamnya. Alasan
lain adalah alasan kesesuaian, misalnya untuk mendapat pema-haman yang jelas
tentang struktur bagian dalam mata manusia, kita tidak mungkin membuat irisan
langsung pada tubuh manusia, sekalipun sudah mati. Untuk itu diperlihatkan
tiruan untuknya.
Model Lapangan
Model lapangan ini dibuat untuk menerangkan suatu daerah
tertentu atau kondisi wilayah tertentu. Misalnya pelabuhan udara, daerah
perkebunan, proyek perumahan, dan sebagainya, Model lapangan dibuat untuk
memperjelas lokasi suatu bangunan tertentu. Tentu saja model lapangan ini perlu
dilengkapi dengan berbagai bentuk model yang sedang disederhanakan. Biasanya
model semacam ini disebut maket (maquette).Walaupun dilengkapi dengan berbagai
model yang disederhanakan dan juga menggunakan prinsip model perbanding-an,
dalam model ini yang diutamakan adalah bentuk kejelasan lokasinya. Dengan model
ini orang yang akan mempelajari atau menyelidiki lokasi suatu daerah akan
mendapat kejelasan yang memadai melalui model ini.
Model Susunan
Model susunan dimaksudkan struktur bagian dalam dari suatu
benda, disamping memperlihatkan bagian dalam obyek juga dapat dilepas atau
dipreteli untuk dipelajari satu per satu sehingga memperjelas pengertian. Dan
bila sudah selesai dapat diletakkan kembali pada posisinya semula. Model ini
dapat berupa variasi dari model irisan. Model irisan sendiri dapat disebut
model terbuka, karena menggambarkan obyek yang aslinya dalam keadaan tertutup
ditampilkan dalam model yang terbuka. Untuk model terbuka sebaiknya siswa
disuruh hati-hati waktu mempelajarinya. Karena disamping mahal harganya, juga
agak mudah rusak dan apabila alat penyetelnya rusak dapat mengganggu penampilan
model tersebut dan mungkin tidak dapat disusun seperti semula.
Model Utuh
Pada suatu saat guru mengalami kesulitan untuk menerangkan
suatu obyek yang sebenarnya tidak terlalu kecil, sehingga mudah untuk dapat
dilihat dengan mata dan juga tidak terlalu besar, sehingga mudah untuk dibawa
masuk kelas, tetapi benda asli yang dimaksudkan tidak ada lagi atau tidak mudah
terjangkau karena tempatnya sukar untuk dicapai atau benda tersebut terlalu
rawan untuk ditampilkan langsung misalnya mudah hancur, mudah membusuk dan
sebagainya.
Untuk mengatasi problem tersebut di atas, maka guru berusaha
membuat tiruan yang baik bentuk dan ukurannya ini disebut model utuh. Umumnya
model ini dapat dibuat dari bahan plastik atau bahan karet.
Peta dan Macamnya
Peta Timbul
Peta timbul adalah peta yang dapat menunjukkan tinggi
rendahnya permukaan bumi. Secara fisik peta timbul adalah termasuk model
lapangan juga, walaupun untuk obyek lokasi yang lebih luas. Peta timbul
mempunyai ukuran panjang, lebar, dan dalam (lekukan relief). Keuntungan peta
timbul jika dibandingkan dengan peta datar adalah lebih mudah memberikan
pengertian atau gambaran tentang keadaan permukaan bumi.
Dengan melihat peta timbul siswa memperoleh gambaran yang
jelas tentang perbedaan letak tepi pantai, dataran rendah, dataran tinggi,
pegunungan, gunung berapi, lembah, danau-danau, dan sebagainya. Siswa akan
mudah memperoleh pengertian atau memahami mengapa tinggi tempat/gunung diukur
dari permukaan air laut dan sebagainya.
Peta timbul dapat dibuat oleh guru oleh guru bersama siswa.
Dengan demikian akan dapat memupuk daya kreasi dan imajinasi siswa. Disamping
itu dapat pula memupuk rasa tanggungjawab bersama terhadap hasil karya bersama.
Berbagai macam bahan yang dapat dipakai untuk membuat peta timbul, antara lain:
semen, tanah liat, serbuk gergaji, bubur kertas koran, dan lain-lain. Tentu
saja pemilihan bahan yang akan dipakai harus disesuaikan dengan keperluan peta
timbul yang akan dibuat. Misalnya apabila kita akan membuat peta timbul ukuran
besar yang diletakkan dihalaman sekolah, lebih tepat bila menggunakan semen dan
pasir. Sedangkan untuk membuat peta timbul yang dapat dipakai di dalam kelas
dan dengan mudah dapat dibawa dari kelas yang satu ke kelas yang lain, lebih
tepat kalau dibuat dari bahan yang ringan, yaitu bubur kertas koran.
Cara membuatnya pun berbeda-beda tergantung dari bahan yang
akan dibaut dan tempat peta timbul itu dibuat. Sebagai pedoman dibawah ini
disajikan cara membuat peta timbul bubur kertas.
a. Bahan-bahan yang diperlukan
1) Peta datar sesuai dengan peta timbul yang akan dibuat.
2) Papan alas yang dapat dibuat dari tripleks, anyaman bambu, papan kayu, dan sebagainya.
3) Kertas koran atau dapat kertas bekas yang lainnya.
4) Perekat kanji dan gom arabica atau lem kayu.
5) Cat warna.
1) Peta datar sesuai dengan peta timbul yang akan dibuat.
2) Papan alas yang dapat dibuat dari tripleks, anyaman bambu, papan kayu, dan sebagainya.
3) Kertas koran atau dapat kertas bekas yang lainnya.
4) Perekat kanji dan gom arabica atau lem kayu.
5) Cat warna.
Proses pembuatannya
1) Siapkan peta datar yang lengkap, sesuai dengan keperluan peta timbul yang akan dibuat.
2) Kertas koran disobek-sobek kecil-kecil dan direndam
dalam air,selama satu atau dua malam.
3) Sobekan kertas koran itu kemudian ditumbuk dan diaduk
dengan perekat dari kanji yang dicampuri sedikit dengan lem kayu (gom arabica).
1) Siapkan peta datar yang lengkap, sesuai dengan keperluan peta timbul yang akan dibuat.
2) Kertas koran disobek-sobek kecil-kecil dan direndam
dalam air,selama satu atau dua malam.
3) Sobekan kertas koran itu kemudian ditumbuk dan diaduk
dengan perekat dari kanji yang dicampuri sedikit dengan lem kayu (gom arabica).
4) Mulailah membuat peta pada alas papan yang telah
disediakan, sesuai dengan rencana (sambil melihat peta datar yang diturun),
dengan cara menempelkan bubur kertas koran itu pada papan sesuai dengan tinggi
rendahnya tempat pada peta (perhatikan skala perbandingannya).
5) Setelah selesai peta tersebut dikeringkan, jangan lupa
memeriksa jika ada yang retak
segera ditutup atau diperbaiki.
6) Setelah kering benar, berilah warna dengan bermacam-macam cat yang tersedia dan perlu diingat bahwa warna disamping memberikan arti tertentu pada peta juga berpengaruh untuk menampakkan adanya relief pada peta timbul. Perhatikan pedoman warna yang antara lain:
segera ditutup atau diperbaiki.
6) Setelah kering benar, berilah warna dengan bermacam-macam cat yang tersedia dan perlu diingat bahwa warna disamping memberikan arti tertentu pada peta juga berpengaruh untuk menampakkan adanya relief pada peta timbul. Perhatikan pedoman warna yang antara lain:
a) pemberian warna pada peta tidak bebas, karena warna peta
mempunyai arti tersendiri. Karena itu warna yang digunakan adalah warna yang
berlaku pada peta datar;
b) berilah warna dasar dulu secara keseluruhan dengan warna
muda. Dataran rendah diberi warna hijau (hijau campur putih), dataran tinggi
diberi warna kuning muda (kuning campur putih), hal ini perlu untuk memberikan
efek yang cerah/ baik bagi pandangan mata, dan
c) kemudian baru diberi warna yang sebenarnya dengan pedoman
makin rendah suatu dataran makin tua wrna hijaunya, makin tinggi dataran
coklatnya makin tua.
Disamping cara di atas untuk membuat peta timbul dengan bahan
yang sama dapat dilakukan dengan cara membuat cetakan dulu dari tanah liat,
baru kemudian dilapis dengan potongan-potongan kertas, dan setelah kering baru
diberi warna.Cara ini mempunyai keun-tungan yaitu kita dapat membuat peta
timbul dengan menggunakan cetakan yang sama. Cara ini tepat bila kita bermaksud
memproduksi peta timbul dalam jumlah yang banyak. Perlu diketahui pula bahwa
dalam keadaan yang sebenarnya kita tak dapat membuat peta timbul dengan
landasan atau alasan yang datar, sebab bentuk bumi yang sebenarnya adalah
bulat. Mestinya peta timbul pun harus dibuat setidak-tidaknya melengkung.
G l o b e
Globe adalah model atau tiruan dari bentuk bumi yang
diperkecil. Jadi globe sebe-narnya adalah termasuk model perbandingan.Globe
memberikan keterangan tentang permukaan bumi pada umumnya dan khususnya tentang
lingkungan bumi, aliran sungai dan langit. Dalam abad ke X, seorang rohaniwan
terkenal yang bernama Gilbert (yang kemudian dikenal sebagai Paus Sylvester II)
telah membuat dan menggunakan globe untuk mengajar astronomi.
Tujuan penggunaan globe
a) Menunjukkan bentuk bumi yang sebenarnya dalam bentuk dan
skala kecil.
b) Menunjukkan jarak pada suatu titik tertentu.
c) Menunjukkan skala-skala yang menunjukkan jarak dan route dari pada lingkungan yang luas.
b) Menunjukkan jarak pada suatu titik tertentu.
c) Menunjukkan skala-skala yang menunjukkan jarak dan route dari pada lingkungan yang luas.
Jenis-jenis globe
Ditinjau dari segi ukurannya globe dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Ukuran globe ditentukan menurut panjang garis tengahnya. Ukuran yang paling umum adalah 8, 12, 18,, 20 dan 24 inci (satu inci = 25,4 mm). Globe 8 inci cocok untuk dipakai perseorangan. Globe 12 dan 16 inci yang biasa dipakai untuk kelompok atau kelas. Tentu saja makin besar makin baik karena jelas, tapi harganya juga makin mahal.
Ditinjau dari segi ukurannya globe dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Ukuran globe ditentukan menurut panjang garis tengahnya. Ukuran yang paling umum adalah 8, 12, 18,, 20 dan 24 inci (satu inci = 25,4 mm). Globe 8 inci cocok untuk dipakai perseorangan. Globe 12 dan 16 inci yang biasa dipakai untuk kelompok atau kelas. Tentu saja makin besar makin baik karena jelas, tapi harganya juga makin mahal.
Ditinjau dari segi isinya, globe ada bermacam-macam
tergantung dari keperluannya. Tetapi yang biasanya dipakai ada tiga jenis,
yaitu:
Globe politik
Dibuat terutama untuk menunjukkan lokasi dan ikatan negara-negara, kota-kota penting, route perdagangan dan ciri-ciri lain yang diciptakan oleh manusia.
Dibuat terutama untuk menunjukkan lokasi dan ikatan negara-negara, kota-kota penting, route perdagangan dan ciri-ciri lain yang diciptakan oleh manusia.
Globe fisikal politik
Dibuat untuk menunjukkan ciri-ciri politik seperti globe politik, tetapi juga meng-utamakan tinggi rendahnya daratan dan dalamnya laut dengan kode warna tertentu.
Dibuat untuk menunjukkan ciri-ciri politik seperti globe politik, tetapi juga meng-utamakan tinggi rendahnya daratan dan dalamnya laut dengan kode warna tertentu.
Globe buta
Dibuat hanya berupa garis-garis skala untuk menunjukkan tempat. Guru dan murid dapat melukiskan sendiri dengan kapur sesuai dengan bahan yang sedang dibicarakan. Globe ini dapat dibuat sendiri oleh guru bersama murid dengan bahan yang sederhana, dari kayu dan dicat hitam.
Dibuat hanya berupa garis-garis skala untuk menunjukkan tempat. Guru dan murid dapat melukiskan sendiri dengan kapur sesuai dengan bahan yang sedang dibicarakan. Globe ini dapat dibuat sendiri oleh guru bersama murid dengan bahan yang sederhana, dari kayu dan dicat hitam.
Penggunaan Globe
Dalam penggunaannya kita harus ingat bahwa keadaan bumi yang
ditunjukkan pada globe hanya berupa garis-garis, warna-warna dan
lambang-lambang yang tidak sama persis dengan keadaan bumi yang sebenarnya.
a. Pengajaran ilmu bumi hendaknya dimulai dengan apa yang
diketahui siswa. Widya wisata dan mengamati lingkungan yang dekat adalah
merupakan dasar pembentukan pengertian geografis.
b. Ingat tidak ada orang yang langsung dapat membaca
peta/globe. Oleh karena itu pertama harus dikenalkan arti lambang-lambang untuk
membaca peta.
c. Pengajaran ilmu bumi hendaknya dimulai dengan pengertian
dan fakta yang sederhana, kemudian makin lama makin kompleks.
d. Ajaklah anak untuk ikut aktif dalam kegiatan membuat peta,
peta timbul, globe, dan sebagainya. Dalam mengajar ilmu bumi gunakan juga media
yang lain.
Boneka
Boneka adalah tiruan dari bentuk manusia dan bahkan sekarang
termasuk tiruan dari bentuk binatang. Jadi sebenarnya boneka merupakan salah
satu model perbandingan juga. Sekalipun demikian, karena boneka dalam
penampilannya memiliki karakteristik khusus, maka dalam bahasan ini dibicarakan
tersendiri. Dalam penggunaan boneka dimanfaatkan sebagai media pembelajaran
dengan cara dimainkan dalam sandiwara boneka.
Sejak tahun 1940-an pemakaian boneka ebagai media pendidikan
menjadi populer dan banyak digunakan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan di
Amerika. Di Eropa seni pembuatan boneka telah sangat tua dan sangat populer
serta lebih tinggi tingkat keahliannya dibandingkan di Amerika.
Di Indonesia penggunaan boneka sebagai media pendidikan massa bukan merupakan
sesuatu yang asing. Di Jawa Barat dikenal boneka tongkat yang disebut “Wayang
Golek” dipakai untuk memainkan cerita-cerita Mahabarata dan Ramayana. Di Jawa
Timur dan di Jawa Tengah dibuat pula boneka tongkat dalam dua dimensi yang
dibuat dari kayu dan disebut dengan nama “Wayang Krucil”. Di Jawa Tengah dan di
Jawa Timur pula dikenal dengan boneka bayang-bayang yang disebut “Wayang
Kulit”.
Untuk keperluan sekolah dapat dibuat boneka yang disesuaikan
dengan cerita-cerita jaman sekarang. Untuk tiap daerah pembuatan boneka ini
disesuaikan dengan keadaan daerah masing-masing.
Macam-macam Boneka
Dilihat dari bentuk dan cara memainkannya dikenal beberapa jenis boneka, antara lain:
Boneka jari
Boneka ini dibuat dengan alat sederhana seperti tutup botol, bola pingpong, bambu kecil yang dapat dipakai sebagai kepala boneka. Sesuai dengan namanya boneka ini dima-inkan dengan menggunakan jari tangan. Kepala boneka diletakkan pada ujung jari kita/ dalam. Dapat juga dibuat dari semacam sarung tangan, dimana pada ujung jari sarung ta-ngan tersebut sudah berbentuk kepala boneka dan dengan demikian kita/ dalam tinggal memainkannya saja.
Dilihat dari bentuk dan cara memainkannya dikenal beberapa jenis boneka, antara lain:
Boneka jari
Boneka ini dibuat dengan alat sederhana seperti tutup botol, bola pingpong, bambu kecil yang dapat dipakai sebagai kepala boneka. Sesuai dengan namanya boneka ini dima-inkan dengan menggunakan jari tangan. Kepala boneka diletakkan pada ujung jari kita/ dalam. Dapat juga dibuat dari semacam sarung tangan, dimana pada ujung jari sarung ta-ngan tersebut sudah berbentuk kepala boneka dan dengan demikian kita/ dalam tinggal memainkannya saja.
Boneka Tangan
Kalau boneka dari setiap ujung jari kita dapat memainkan satu tokoh, lain halnya dengan boneka tangan. Pada boneka tangan ini satu tangan kita hanya dapat memainkan satu boneka. Disebut boneka tangan, karena boneka ini hanya terdiri dari kepala dan dua tangan saja, sedangkan bagian badan dan kakinya hanya merupakan baju yang akan menutup lengan orang yang memainkannya disamping cara memainkannya juga hanya memakai tangan (tanpa menggunakan alat bantu yang lain).
Kalau boneka dari setiap ujung jari kita dapat memainkan satu tokoh, lain halnya dengan boneka tangan. Pada boneka tangan ini satu tangan kita hanya dapat memainkan satu boneka. Disebut boneka tangan, karena boneka ini hanya terdiri dari kepala dan dua tangan saja, sedangkan bagian badan dan kakinya hanya merupakan baju yang akan menutup lengan orang yang memainkannya disamping cara memainkannya juga hanya memakai tangan (tanpa menggunakan alat bantu yang lain).
Cara memainkanya adalah jari telunjuk untuk memainkan atau
menggerakkan kepala, ibu jari, dan jari tangan untuk menggerakkan tangan. Di
Indonesia penggunaan boneka tangan sebagai media pendidikan/ pembelajaran di
sekolah-sekolah sudah dilak-sanakan, bahkan dipakai diluar sekolah yaitu pada siaran
TVRI dengan film seri boneka “Si Unyil”
Boneka Tongkat
Disebut boneka tongkat karena cara memainkannya dengan menggunakan tongkat. Tongkat-tongkat ini dihubungkan dengan tangan dan tubuh boneka. Wayang Golek di Jawa Barat misalnya adalah termasuk boneka jenis ini. Untuk keperluan penggunaan boneka tongkat sebagai media pendidikan/ pembelajaran di sekolah, maka tokoh-tokohnya dibuat sesuai dengan keadaan sekarang. Misalnya dibuat tokoh tentara, pedagang, lurah, nelayan dan sebagainya Boneka tongkat dapat dibuat darikayu yang lunak seperti kayu kemiri, randu, dan sebagainya.
Disebut boneka tongkat karena cara memainkannya dengan menggunakan tongkat. Tongkat-tongkat ini dihubungkan dengan tangan dan tubuh boneka. Wayang Golek di Jawa Barat misalnya adalah termasuk boneka jenis ini. Untuk keperluan penggunaan boneka tongkat sebagai media pendidikan/ pembelajaran di sekolah, maka tokoh-tokohnya dibuat sesuai dengan keadaan sekarang. Misalnya dibuat tokoh tentara, pedagang, lurah, nelayan dan sebagainya Boneka tongkat dapat dibuat darikayu yang lunak seperti kayu kemiri, randu, dan sebagainya.
Boneka Tali
Boneka tali atau “Marionet” banyak dipakai dinegara barat. Perbedaan yang menyolok antara boneka tali dengan boneka yang lain adalah, boneka tali bagian kepala, tangan, dan kaki dapat digerak-gerakkan menurut kehendak kita/dalangnya. Cara meng-gerakkannya dengan tali. Dengan demikian maka kedudukan tangan orang yang memain-kannya berada di atas boneka yang dimainkannya. Untuk memainkan boneka tali diperlukan latihan-latihan yang teratur, sebab memainkan boneka tali ini memerlukan keterampilan yang lebih sulit dibandingkan dengan memainkan boneka-boneka yang lainnya. Adakan tetapi memiliki kelebihan lebih hidup dari pada boneka yang lain, karena mendekati gerak manusia atau tokoh yang sebenarnya.
Boneka Bayang-bayang
Boneka bayang-bayang (Sadhow Puppet) adalah jenis boneka yang cara memainkannya dengan mempertontonkan gerak bayang-bayang dari boneka tersebut. Di Indonesia khususnya di Jawa dikenal dengan “Wayang kulit”. Namun untuk keperluan sekolah, wayang semacam ini dirasakan kurang efektif, karena untuk memainkan boneka ini diperlukan ruangan gelap/tertutup. lagi pula diperlukan lampu untuk membuat bayang-bayang layar.
Keuntungan Penggunaan Boneka
Boneka tali atau “Marionet” banyak dipakai dinegara barat. Perbedaan yang menyolok antara boneka tali dengan boneka yang lain adalah, boneka tali bagian kepala, tangan, dan kaki dapat digerak-gerakkan menurut kehendak kita/dalangnya. Cara meng-gerakkannya dengan tali. Dengan demikian maka kedudukan tangan orang yang memain-kannya berada di atas boneka yang dimainkannya. Untuk memainkan boneka tali diperlukan latihan-latihan yang teratur, sebab memainkan boneka tali ini memerlukan keterampilan yang lebih sulit dibandingkan dengan memainkan boneka-boneka yang lainnya. Adakan tetapi memiliki kelebihan lebih hidup dari pada boneka yang lain, karena mendekati gerak manusia atau tokoh yang sebenarnya.
Boneka Bayang-bayang
Boneka bayang-bayang (Sadhow Puppet) adalah jenis boneka yang cara memainkannya dengan mempertontonkan gerak bayang-bayang dari boneka tersebut. Di Indonesia khususnya di Jawa dikenal dengan “Wayang kulit”. Namun untuk keperluan sekolah, wayang semacam ini dirasakan kurang efektif, karena untuk memainkan boneka ini diperlukan ruangan gelap/tertutup. lagi pula diperlukan lampu untuk membuat bayang-bayang layar.
Keuntungan Penggunaan Boneka
Beberapa keuntungan penggunaan boneka untuk sandiwara adalah:
1) Tidak memerlukan waktu yang banyak, biaya dan persiapan
yang terlalu rumit.
2) Tidak banyak memakan tempat, panggung sandiwara boneka
dapat dibuat cukup kecil dan sederhana.
3) Tidak menuntut keterampilan yang rumit bagi yang akan
memainkannya.
4) Dapat mengembangkan imajinasi anak, mempertinggi keaktifan
dan menambah suasana gembira.
Petunjuk Penggunaan Boneka sebagai Media Pembelajaran
Agar boneka dapat menjadi media instruksional yang efektif,
maka perlu kita per-hatikan beberapa hal yang antara lain adalah:
(1) Rumusan tujuan pembelajaran dengan jelas. Dengan demikian
akan dapat diketahui, Apakah tepat digunakan permainan sandiwara boneka atau
sandiwara yang lain.
(2) Buatlah naskah atau skenario sandiwara yang akan
dimainkan secara terperinci. Baik dialognya, settingnya dan adegannya harus
disusun secara cermat, sekalipun dalangnya dimungkinkan untuk berimprovisasi
saat ia mendalang/memainkan boneka tersebut.
(3) Permainan boneka mementingkan gerak dari pada kata.
Karena itu pembicaraan jangan terlalu panjang, dapat menjemukan penonton. Untuk
anak-anak usia kelas rendah sekolah dasar atau anak-anak TK, sebaiknya
permainan boneka dirancang untuk banyak melibatkan dialog dengan anak pada saat
permainan.
(4) Permainan sandiwara boneka jangan terlalu lama, kira-kira
10 sampai 15 menit. Agar pesan khusus yang disampaikan kepada anak dalam
permainan sandiwara boneka tersebut dapat ditangkap/dimengerti oleh
anak-anak/penonton.
(5) Hendaknya diselingi dengan nyanyian, kalau perlu penonton
diajak nyanyi bersama. Bila perlu dilanjutkan dengan dialog atau diskusi dengan
anak-anak/penonton untuk memantapkan pesan nilai yang diajarkan.
(6) Isi cerita hendaknya sesuai dengan umur dan kemampuan
serta daya imajinasi anak-anak yang menonton.
(7) Selesai permainan sandiwara, hendaknya diadakan kegiatan
lanjutan seperti tanya-jawab, diskusi atau menceritakan kembali tentang isi
cerita yang disajikan.
(8) Jika memungkinkan, berilah kesempatan kepada anak-anak
untuk memainkannya.
Dengan demikian anak-anak akan lebih menghayati peran dari
boneka yang dimainkannya, serta karakter boneka yang dimainkannya.
Membuat Boneka Tangan
Di Indonesia penggunaan boneka tangan sebagai media pendidikan dan pembelajaran di sekolah-sekolah sudah dilaksanakan, bahkan juga dipakai di luar sekolah (dalam siaran TVRI). Pemakaian boneka sebagai media pembelajaran pada umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik permainan sandiwara boneka. Untuk keperluan pementasan sandiwara boneka diperlukan dua perangkat alat utama, yaitu panggung dan boneka tangan.
Panggung
Panggung dapat dibuat dengan alat dan bahan yang sederhana, tetapi juga dapat dibuat dengan dilengkapi dengan berbagai sarana seperti dekorasi, tata lampu, kain penggalang pinggir dan sebagainya. Panggung yang sederhana dapat dibuat dari bahan bambu/kayu sebagai kerangkanya dan anyaman bambu sebagai penutup. Panggung yang baik dapat dibuat dari kayu yang kuat (tripleks yang cukup tebal) dan mudah dipindah-pindahkan (diberi roda).
Di Indonesia penggunaan boneka tangan sebagai media pendidikan dan pembelajaran di sekolah-sekolah sudah dilaksanakan, bahkan juga dipakai di luar sekolah (dalam siaran TVRI). Pemakaian boneka sebagai media pembelajaran pada umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik permainan sandiwara boneka. Untuk keperluan pementasan sandiwara boneka diperlukan dua perangkat alat utama, yaitu panggung dan boneka tangan.
Panggung
Panggung dapat dibuat dengan alat dan bahan yang sederhana, tetapi juga dapat dibuat dengan dilengkapi dengan berbagai sarana seperti dekorasi, tata lampu, kain penggalang pinggir dan sebagainya. Panggung yang sederhana dapat dibuat dari bahan bambu/kayu sebagai kerangkanya dan anyaman bambu sebagai penutup. Panggung yang baik dapat dibuat dari kayu yang kuat (tripleks yang cukup tebal) dan mudah dipindah-pindahkan (diberi roda).
Boneka tangan
Boneka tangan dapat dibuat dengan berbagai macam bahan dan cara. Satu di antara berbagai macam cara membuat boneka tangan (yang paling sederhana) adalah sebagai berikut:
Boneka tangan dapat dibuat dengan berbagai macam bahan dan cara. Satu di antara berbagai macam cara membuat boneka tangan (yang paling sederhana) adalah sebagai berikut:
Bahan dan Alat yang diperlukan
1) Kertas bekas (kertas koran, majalah, buku tulis dan sebagainya).
2) Perekat dari kanji.
3) Sepotong bambu kecil (lubangnya cukup dimasuki jari/telunjuk dan bambu ini akan dijadikan bagian leher dari boneka).
4) Kapas kasar.
5) Kertas layang-layang.
6) Wol-bekas, benang tenun, ijuk (untuk rambut).
7) aian bekas/sisa kain/kain perca.
Cat dan kuas.
9) Kain lap yang bersih dan ember.
Cara Membuat
a) Membuat rencana gambar (pola) wajah boneka yang akan dibuat, misalnya akan membuat tiruan wajah kanak-kanak, wanita dewasa atau pria dewasa.
1) Kertas bekas (kertas koran, majalah, buku tulis dan sebagainya).
2) Perekat dari kanji.
3) Sepotong bambu kecil (lubangnya cukup dimasuki jari/telunjuk dan bambu ini akan dijadikan bagian leher dari boneka).
4) Kapas kasar.
5) Kertas layang-layang.
6) Wol-bekas, benang tenun, ijuk (untuk rambut).
7) aian bekas/sisa kain/kain perca.
9) Kain lap yang bersih dan ember.
Cara Membuat
a) Membuat rencana gambar (pola) wajah boneka yang akan dibuat, misalnya akan membuat tiruan wajah kanak-kanak, wanita dewasa atau pria dewasa.
b) Menyiapkan bambu kecil kira-kira panjang 10 cm (kulitnya
dikupas) atau dapat juga diganti dengan pipa karton/plastik (paralon). Ingat
besar lubang bambu/pipa harus cukup untuk dimasuki jari telunjuk yang akan
memainkannya.
c) Membuat perekat dari kanji yang cukup kental dan jernih.
d) Menyobek-nyobek kertas yang telah tersedia (sobekan kertas
yang telah direndam dalam air selama 1 atau 2 malam lebih bagus).
e) Tuangkan perekat dalam waskom yang telah berisi sobekan
kertas.
f) Remaslah kertas dengan kanji sehingga benar-benar lumat.
g) Membentuk kepala boneka dengan menggunakan bubur kertas
dan kanji pada bambu atau pipa kertas yang telah tersedia, sesuai dengan
rencana gambar (pola).
h) Dengan mengggunakan kapas kasar menyusun muka boneka
sesuai dengan rencana gambar.
i) Perhalus muka boneka dengan melapisinya dengan menggunakan
kertas layang-layang.
j) Mengeraingkan kepala (ingat kepala jangan terlalu padat
atau terlalu lunak/lembek).
Membuat Tangan dan Jari
Tangan dan jari boneka dapat dibuat tersendiri terpisah dari kepala dan tangan. Caranya dengan membuat kerangka lebih dahulu dari kawat, baru kemudian dilapisi dengan kain. Keuntungan yang diperoleh jika jari dibuat tersendiri adalah jari itu dapat dipakai untuk boneka yang lain. Tetapi lebih mudah jika tangan dan jari boneka dibuat dari kain menjadi satu dengan baju boneka. Hal yang perlu diperhatikan bahwa bentuk tangan boneka harus dapat dimasuki ujung ibu jari dan jari tengah.
Tangan dan jari boneka dapat dibuat tersendiri terpisah dari kepala dan tangan. Caranya dengan membuat kerangka lebih dahulu dari kawat, baru kemudian dilapisi dengan kain. Keuntungan yang diperoleh jika jari dibuat tersendiri adalah jari itu dapat dipakai untuk boneka yang lain. Tetapi lebih mudah jika tangan dan jari boneka dibuat dari kain menjadi satu dengan baju boneka. Hal yang perlu diperhatikan bahwa bentuk tangan boneka harus dapat dimasuki ujung ibu jari dan jari tengah.
Memberi Warna
Setelah kepala boneka kering benar, maka mulai memberi warna dengan cara memberi warna dasar lebih dahulu dengan warna muda. Baru kemudian memberi warna sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Hal yang harus diperhatikan adalah bentuk dan warna boneka disesuaikan dengan sifat tokoh yang akan ditampilkan (sebagai ayah, ibu, anak laki-laki, anak perempuan, raksasa, dan sebagainya). Demikian juga perhatikan warna rambut dan pakaiannya, desesuaikan dengan usia tokoh yang ditampilkan.
Setelah kepala boneka kering benar, maka mulai memberi warna dengan cara memberi warna dasar lebih dahulu dengan warna muda. Baru kemudian memberi warna sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Hal yang harus diperhatikan adalah bentuk dan warna boneka disesuaikan dengan sifat tokoh yang akan ditampilkan (sebagai ayah, ibu, anak laki-laki, anak perempuan, raksasa, dan sebagainya). Demikian juga perhatikan warna rambut dan pakaiannya, desesuaikan dengan usia tokoh yang ditampilkan.
Membuat baju
Perbandingan ukuran kepala dan besar baju juga harus diperhatikan (hendaknya serasi). Pemberian simbol dan perhiasan akan mempertinggi nilai boneka sebagai media pembelajaran. Simbol dapat dibuat dari buku ayam, tanda-tanda pekaian kebesaran, kertas berwarna, keris dari karton dan sebagainya.
Perbandingan ukuran kepala dan besar baju juga harus diperhatikan (hendaknya serasi). Pemberian simbol dan perhiasan akan mempertinggi nilai boneka sebagai media pembelajaran. Simbol dapat dibuat dari buku ayam, tanda-tanda pekaian kebesaran, kertas berwarna, keris dari karton dan sebagainya.
T o p e n g
Topeng adalah tiruan dari wajah manusia, tetapi dapat juga dibuat topeng tiruan dari wajah binatang sebagai tokoh dalam cerita. Keistimewaan topeng dapat melukis-kan perangai orang atau tokoh pelaku tertentu dalam sandiwara topeng. Misalnya melukis-kan wajah orang pemarah, pemalu, penjahat dan sebagainya. Misalnya di Madura dikenal permainan sandiwara berupa wayang topeng, dengan lakon cerita dari Bharata Yuda atau Ramayana dan juga lakon-lakon yang ada dalam ketoprak.
Topeng adalah tiruan dari wajah manusia, tetapi dapat juga dibuat topeng tiruan dari wajah binatang sebagai tokoh dalam cerita. Keistimewaan topeng dapat melukis-kan perangai orang atau tokoh pelaku tertentu dalam sandiwara topeng. Misalnya melukis-kan wajah orang pemarah, pemalu, penjahat dan sebagainya. Misalnya di Madura dikenal permainan sandiwara berupa wayang topeng, dengan lakon cerita dari Bharata Yuda atau Ramayana dan juga lakon-lakon yang ada dalam ketoprak.
Cara pemanfaatan topeng sebagai media pembelajaran dilakukan
dengan cara dimainkan melalui sandiwara topeng atau “Role Playing” dengan
menggunakan topeng.
Adapun langkah-langkah merencanakan sandiwara topeng adalah sebagai berikut.
Adapun langkah-langkah merencanakan sandiwara topeng adalah sebagai berikut.
a. Rumuskan tujuan pembelajaran dengan jelas. Dan tinjau
kembali apakah tujuan-tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai secara efektif
dengan media sandiwara topeng?
b. Buatlah naskah sandiwara yang akan dimainkan (skenario
sederhana) yang dapat dipelajari dan dihafalkan oleh siswa yang akan
memainkannya.
c. Setelah disiapkan setting kelasnya untuk pementasan, maka
kita dapat mementaskan sandiwara, sentara siswa yang lain sebagai penonton yang
mengikuti alur cerita dengan cermat.
e. Setelah selesai pementasan kegiatan kelas bisa dilanjutkan
dengan diskusi untuk memecahkan masalah yang telah dipentaskan melalui
dramatisasi tersebut. Dengan demikian sandiwara topeng dapat menjadi salah satu
metode yang efektif untuk pendidikan sikap dan untuk menghidupkan berbagai
matapelajaran bidang sosial yang lainnya.
Cara membuat topeng dari bahan bubuk kertas adalah sebagai berikut:
Bahan dan Alat yang diperlukan
• kertas bekas koran atau majalah, kertas layang-layang, perekat dari kanji.
• kertas bekas koran atau majalah, kertas layang-layang, perekat dari kanji.
• tanah liat untuk cetakan topeng:
- sabun hijau atau minyak kelapa
- alas dari papan ukuran 40 X 40 cm.
- sendok-sendok pencungkil
- cat dan kuas
- ember atau waskom
- kain lap yang bersih
- wol bekas, benang tahun
- alas dari papan ukuran 40 X 40 cm.
- sendok-sendok pencungkil
- cat dan kuas
- ember atau waskom
- kain lap yang bersih
- wol bekas, benang tahun
Cara membuatnya
• Membuat rancangan gambar atau pola topeng yang akan dibuat.
• Menyediakan alas untuk bekerja.
• Mengambil tanah liat sebesar kepalan tangan kita, letakkan
di atas alas papan dan mulailah membentuk tiruan wajah sesuai dengan
pola/rencana gambar.
• Keringkan bentuk wajah yang telah dibuat.
• Lumuri seluruh permukaan tiruan wajah dari tanah liat (cetakan topeng) dengan sabun hijau atau minyak kelapa.
• Lumuri seluruh permukaan tiruan wajah dari tanah liat (cetakan topeng) dengan sabun hijau atau minyak kelapa.
• Rekatkanlah sobekan atau potongan kertas bekas selebar
materai, berangsur-angsur di atas lapisan sabun atau minyak kelapa. Pada bagian
yang banyak relief gunakan irisan/potongan kertas yang sempit/kecil, untuk
bagian yang rata gunakan sobekan kertas yang lebih lebar.
• Untuk merapikan permukaan topeng, lapisilah wajah topeng
dengan kertas layang-layang, Keringkanlah dan setelah kering topeng dilepas
dari cetakan.
• Berilah warna seperti cara memberi warna boneka. Pilih
warna cat sesuai dengan karakter yang ingin ditonjolkan.
• Dengan demikian maka selesailah dan topeng siap dipakai.
• Jangan lupa memberi lobang pada bagian kedua mata dan
bagian kiri-kanan topeng, untuk tempat tali pengikat (dari karet gelang).
Bak Pasir
Banyak orang menganggap bahwa bak pasir hanya baik untuk
permainan murid taman kanak-kanak saja. Akan tetapi kenyataannya tidak
demikian. Bak pasir sangat baik untuk memvisualisasikan suatu keadaan untuk
diperhatikan oleh orang dewasa juga. Seorang Amerika Serikat bernama Norman Bel
Geddes selagi Perang Dunia Kedua sedang berkecamuk mevisualisasikan dengan bak
pasir peperangan di Midway dan Laut Koral sedemikian hidupnya sehingga foto
dari bak pasir itu dikira orang hasil pemotretan dokumenter yang diambil dari
pertempuran sebenarnya.
Dalam pendidikan kemiliteran bak pasir dianggap sangat
penting untuk mengajarkan berbagai taktik perang. Oleh karena kesederhanaannya,
begitu pula mudah membuatnya, bak pasir menjadi tempat yang efektif bagi
seorang instruktur kemiliteran untuk menerangkan berbagai strategi lapangan.
Dengan menggunakan model-model kecil, pemandangan pada bak
pasir bisa sangat hidup. Cermin yang diletakkan di bak pasir dapat merupakan
danau. Banda-benda dapat dibuat dari karton atau balok-balok kayu kecil. Kalau
pada bagian belakang bak pasir ditegakkan pula tripleks yang diberi gambar
gunung dan langit biru dengan awan di sana
sini, seperti latar belakang sebuah pentas, maka bak pasir itu memberi efek
tiga dimensi yang menarik. Warna tentu menambah bagus bak pasir itu.
Untuk latihan kemiliteran, di dalam bak pasir terdapat selain
pohon-pohonan juga model rumah-rumah penduduk, jembatan, gereja atau mesjid.
Juga prajurit-prajurit dengan perwiranya dalam pakaian tempur, truk, tank,
meriam dan lain-lain persenjataan dalam ukuran kecil.
Bak pasir dapat juga digunakan untuk penyuluhan pertanian
atau pelajaran hortikultura dan pelajaran dekorasi eksterior. Juga besar sekali
faedahnya untuk menjelaskan akibat erosi yang disebabkan oleh banjir akibat
penebangan hutan secara liar. Begitu pula untuk menjelaskan bagaimana
menyalurkan air untuk irigasi atau pemeliharaan ikan dalam kolam-kolam. Atau
memberi gambaran bagaimana orang harus menebang hutan sesudah itu menanam
kembali pohon-pohon yang baru.
Sama halnya dengan media tiga dimensi yang lainnya, bak
pasirpun tidak boleh berlama-lama dibiarkan menjadi benda tak berguna setelah
habis tugasnya atau pemanfaat-annya. Membuat bak pasir seperti juga membuat
media tiga dimensi lainnya, sebaiknya dibuat secara gotong royong untuk
membangkitkan perhatian kepada siswa dan mendorong kreativitas.
Kelebihan bak pasir adalah, bahwa benda itu dapat digunakan
berulang-ulang karena mudah menyusun kembali bagian-bagiannya. Tetapi ini
pulalah yang menjadi kelemahannya, sebab apa yang terdapat di dalamnya sepeeti
pohon-pohohnan dan apa yang terdapat di dalamnya mudah sekali roboh atau
terserak kalau tidak hati-hati menggunakannya. Apa yang terdapat dalam bak
pasir tidak permanen, sehingga isinya dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan
pemakainya atau maksud dari guru atau instruktur untuk mevisualisasikan apa
yang ingin dijelaskannya. Seperti media tiga dimensi yang lainnya, dengan bak
pasir, orang dapat melihatnya dari segala sudut pemandangan.
Kelemahan yang lain adalah jika guru kurang kreatif untuk
memanfaatkan bak pasir dengan menata isinya dengan model-model tiruan yang
lainnya, maka anak-anak akan menjadi kurang tertarik dengan tampilan bak pasir
yang kita buat, sehingga akan menurun-kan tingkat efektivitasnya.
Bab 9
Perangkat Lain Media Tiga Dimensi
Perangkat Lain Media Tiga Dimensi
Pada bahasan ini dibicarakan beberapa media tiga dimensi yang
bukan karena aseli atau tiruannya dibahas disini tetapi karena perangkatnya
atau unsur perangkatnya berwujud tiga dimensi. Berturut-turut dibahas Mock-up,
Diorama, Ritatoon, Rotatoon, dan Standar Lembar Balik.
Mock-up
Mock-up adalah alat tiruan tiga dimensi yang dapat memperlihatkan fungsi atau gerakan dari aspek tertentu saja dari benda, alat atau obyek yang akan diterangkan. Pada mock-up hanya nampak bagian yang penting yang perlu diperagakan gerakannya atau proses kerjanya kepada siswa, sedang bagian kecil lainnya yang dianggap tidak penting atau yang dapat mengganggu perhatian siswa dihilangkan.
Mock-up adalah alat tiruan tiga dimensi yang dapat memperlihatkan fungsi atau gerakan dari aspek tertentu saja dari benda, alat atau obyek yang akan diterangkan. Pada mock-up hanya nampak bagian yang penting yang perlu diperagakan gerakannya atau proses kerjanya kepada siswa, sedang bagian kecil lainnya yang dianggap tidak penting atau yang dapat mengganggu perhatian siswa dihilangkan.
Jadi sebenarnya mock-up terletak ditengah-tengah model tiruan
dengan benda sebe-narnya. Dikatakan model tidak tepat, karena dapat
memperlihatkan fungsi sebenarnya dari bagian alat itu, sebaliknya disebut benda
sebenarnya juga tidak tepat, karena bagian-bagian lain dari bentuk benda
aslinya yang tidak diterangkan, dihilangkan. Selain itu bahan baku yang dibuat untuk alat ini bisa dibuat
dari bahan yang lain dari benda atau peralatan aslinya. Misalnya siswa waktu
belajar tentang fungsi bel listrik. Pertama dapat dibuat model rumah yang
sederhana, kemudian dibuat perangkat bel listrik yang sebenarnya dan
dihubungkan dengan listrik (battery atau accu). Bel listrik ditempelkan pada
dinding rumah-rumahan tersebut. Dengan demikian siswa dapat melihat proses
kerjanya bel listrik dan tahu cara meletakkan bel listrik dan tahu cara
meletakkan bel listrik yang baik. Contoh lain misalnya dibuat mock-up traffick
light ukuran kecil yang dapat menyala. Kemudian dibuatkan model lapangan yang
menggambarkan perempatan jalan dan traffick light tadi dipasang pada posisi
yang tepat.
Diorama
Yang dimaksud dengan diorama adalah medium berupa kotak atau bentuk tiga dimensi yang lain yang melukiskan suatu pemandangan yang mempunyai latar belakang dengan prespektif yang sebenarnya, sehingga menggambarkan suatu suasana yang sebenarnya. Diorama adalah merupakan gabungan antara model dengan gambar prespektif dalam suatu penampilan yang utuh. Dengan diorama kesan visual yang diperoleh siswa lebih hidup. Peragaan melalui medium diorama bisa dilengkapi dengan lampu warna tertentu sehingga lebih memberikan kesan hidup dan dramatis. Diorama dapat dibuat dalam ukuran yang diperkecil, tetapi dapat pula dibuat dalam ukuran yang sebenarnya.
Yang dimaksud dengan diorama adalah medium berupa kotak atau bentuk tiga dimensi yang lain yang melukiskan suatu pemandangan yang mempunyai latar belakang dengan prespektif yang sebenarnya, sehingga menggambarkan suatu suasana yang sebenarnya. Diorama adalah merupakan gabungan antara model dengan gambar prespektif dalam suatu penampilan yang utuh. Dengan diorama kesan visual yang diperoleh siswa lebih hidup. Peragaan melalui medium diorama bisa dilengkapi dengan lampu warna tertentu sehingga lebih memberikan kesan hidup dan dramatis. Diorama dapat dibuat dalam ukuran yang diperkecil, tetapi dapat pula dibuat dalam ukuran yang sebenarnya.
Ritatoon
Ritatoon adalah serangkaian gambar berbingkai atau gambar
seri. Jadi sebenarnya wujut gambarnya sendiri bukan tiga dimensi, melainkan dua
dimensi.Tetapi karena perangkat untuk meletakkan gambar berbingkai tersebut
tiga dimensi, maka ritatoon termasuk golongan media yang ujud perangkatnya tiga
dimensi.
Rotatoon
Rotatoon sebenarnya prinsipnya adalah gambar seri juga.
Bedanya dengan ritatoon adalah rotatoon merupakan gambar seri yang berhubungan.
Rotatoon dibahas dalam media tiga dimensi bukan karena gambarnya, melainkan
karena perangkat untuk menampilkan berujud tiga dimensi. Rotatoon sebenarnya
adalah merupakan penggunaan semacam “wayang beber” yang disempurnakan.
Standar Lembar Balik
Sesuai dengan namanya Standar Lembar Balik adalah standar
yang dapat dipakai untuk menyajikan gambar seri dengan cara membalik-balik
gambar seri tersebut. Media ini digolongkan tiga dimensi karena perangkat yang
digunakan berujud tiga dimensi, yaitu standarnya. Alat ini dibuat dari standar
yang berkaki empat dan seberkas gambar/bagan yang telah tersusun sesuai dengan
urutan penyajiannya. Bahan untuk membuat standar ini dapat dibuat dari kayu,
bambu, rotan, atau dapat juga dari besi. Tentu saja jika dibuat dari besi cara
membuatnya juga lebih sukar, biasanya lebih mahal, tetapi penggunaannya lebih
tahan lama dan lebih kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar