AKAN SELALU ADA JALAN BAGI YANG MAU BERBUAT

Safaruddinufe1121@gmail.com

TRANSLATE



JapaneseGermanEnglishFrenchSpainChinese SimplifiedArabicRussian

Translate

visitor

Sabtu, 02 November 2013

HAKIKAT BELAJAR



A.    Hakekat Belajar
Banyak aktifitas-aktifitas yang hampir setiap orang setuju, kalau itu adalah perbuatan belajar seperti misalnya mendapatkan pembendaharaan kata-kata baru, menghafal syair, menghafal nyanyian, dan sebagainya. Ada beberapa aktifitas tak begitu jelas apakah tergolong sebagai perbuatan (hal) belajar; misalnya: mendapatkan macam-macam sikap sosial (prasangka), kegemaran, pilihan dan lain-lain.
Adapun yang dimaksud dengan pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Definisi-definisi dari belajar banyak dikemukakan oleh para ahli-ahli diantaranya:
  1. Crombac, di dalam bukunya Educational Psychologi menyatakan bahwa: Learning is shown by a change in behavior as a result of experience. “Pelajaran ditujukan oleh suatu perubahan berperilaku sebagai hasil pengalaman”.
  2. Harold Spears (1955:94), menyatakan:
Learning is to observe, to read, to imitate, to try some thing themselvels, to listen, to follow direction. “Pelajaran adalah mengamati, membaca, meneliti, mencoba sesuatu pada diri mereka, mendengar, mengikuti petunjuk”.
  1. Mcgeoh, mengatakan bahwa:
Learning is a change in performance as a result of practice. “Pelajaran adalah suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengamatan”.
  1. Hilgard, mengatakan:
Learning is the process by which an activity originates or is changed through training procedures (whether in the laboratory or in the natural envi ronment) as distingnished from change by factors not attributable to training. “pelajaran adalah proses yang dimana memulai sebuah aktifitas atau diubah melalui prosedur pelatihan (apakah dalam laboratorium atau di lingkungan alam) sebagai pembeda oleh faktor yang tidak bisa dihubungkan dengan pelatihan.
B.     Ruang Lingkup Belajar
1)      Faktor-faktor yang berasal dari luar diri pelajar, dan masih dapat digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu:
a)      Faktor Non Sosial
Faktor ini boleh dikatakan juga terbilang jumlahnya misalnya; keadaan udara, suhu udara, cuaca, waktu, tempat, alat-alat yang dipake belajar.
b)      Faktor Sosial
Faktor sosial disini yaitu faktor manusia (sesama manusia). Baik manusia itu ada maupun kehadirannya itu dapat disimpulkan, jadi tidak langsung hadir. Kehadiran orang pada waktu belajar seiring sekali menganggu belajar.
2)      Faktor-faktor berasal dari diri si pelajar.
a)      Faktor fisiologis dibagi 2 macam:

1.      Tonus jasmani
Keadaan tonus jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi aktifitas belajar. Oleh karena itu dua hal yang perlu dikemukakan:
-          Nutrisi cukup karena kekurangan kadar makanan ini akan mengakibatkan kurangnya tonus jasmani, yang pengaruhnya dapat berupa kelesuan, lekas ngantuk dan lelah.
-          Beberapa penyakit yang mengganggu belajar seperti: pilek, influensa, sakit gigi, batuk dan sejenisnya.
2.      Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama panca indra.
b)      Faktor Psikologi
Hal yang mendorong seseorang untuk belajar:
-          Adanya sifat ingin tahu.
-          Adanya sifat kreatif dan keinginan selalu maju.
-          Adanya keinginan mendapat simpati dari orang tua, guru dan teman.
-          Adanya keinginan memperbaiki kegagalan yang lalu.
-          Adanya keinginan dan kebutuhan fisik.
-          Adanya kebutuhan untuk mendapat kehormatan diri dari masyarakat.


C.    Aktifitas Belajar
Adapun tahap-tahap proses belajar yang dikemukakan oleh:
Ø  Jerome S. Bruner
Karena belajar itu merupakan aktifitas yang berproses sudah tentu di dalamnya terjadi perubahan-perubahan yang bertahap. S. R Bond yang terbilang vokal, dalam proses belajar siswqa menempuh tiga episode/tahap, yaitu:
1)      Tahap informasi (tahap penerimaan materi)
Dalam tahap informasi, seorang siswa yang sedang belajar memperoleh sejumlah keterangan mengenai materi yang sedang dipelajari. Diantara informasi yang diperoleh itu ada yang sama sekali baru dan berdiri sendiri. Adapula yang berfungsi menambah, memperhalus, dan memperdalam pengetahuan yang sebelumnya telah dimiliki.
2)      Tahap transformasi (tahap pengubahan materi)
Informasi yang telah diperoleh itu dianalisis diubah, atau ditransformasikan menjadi bentuk yang abstrak supaya kelak pada gilirannya dapat dimanfaatkan bagi hal-hal yang lebih luas.
3)      Tahap evaluasi (tahap penilaian materi)
Seorang siswa menilai sendiri sampai sejauh mana informasi yang telah ditransformasikan tadi dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala atau memecahkan masalah yang dihadapi.
Adapula kecakapan/hasil yang hendak kita capai dalam proses belajar mengajar.
a)      Mengembangkan kecakapan kognitif
Sekurang-kurangnya dua macam kecakapan kognitif siswa yang perlu dikembangkan khususnya oleh guru, yaitu:
1.      Strategi belajar, memahami isi materi pelajaran.
2.      Strategi menyakini arti penting isi materi pelajaran dan aplikasinya serta penyerapan-penyerapan pesan moral yang ada pada materi tersebut.
b)      Mengembangkan kecakapan efektif
Keberhasilan ranah kognitif tidak hanya akan membuahkan kecakapan kognitif, tetapi juga menghasilkan kecakapan ranah afektif.
c)      Mengembangkan kecakapan psikomotor
Keberhasilan pengembangan ranah kognitif juga akan berdampak positif terhadap perkembangan ranah psikomotor.
Kecakapan psikomotor ialah segala amal jasmaniah yang konkret dan mudah diamati, baik kuantitasnya dan kualitasnya.





DAFTAR PUSTAKA
Suryakarta, Sumadi. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.

Syah, Muhabbin. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.

Syah, Muhabbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (Revisi II; Bandung: Remaja Rosda Karya, 1997).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar