Pedagogic/
ilmupendidikansebagaiteorimerupakanilmukhusus yang
mempelajari pendidikan anak hingga memcapai kedewasaan sebagai tujuan umum atau akhir atau cita-cita (maksud murni) pendidikan.
Pendidik hadir dalam pendidikan untuk melakukan tindakan mendidik sekaligus mewakili norma kedewasaan.
Kedewasaan merupakan nilai, standar dari kualitas universal kehidupan manusia dengan isi minimum
atau ciri-ciri sama sekalipun bentuk-bentuk kedewasaan bervariasi menurut konteks sosio-budaya.
Ciri-cirikedewasaansebagaikualitasnormatifpadasumberdayamanusiasecara
universal, ciri- ciriumumkedewasaan, ialah :
1.
Kedewasaanbersifatstatis,
tertutupberhubunttelahmencapaisuatu status terpadudalamperkembangansecaraindividu,
social dan moral. Secaraindividu orang dewasadapatberlakurajin, sabar;
secarasosialmampumengetahuikapanharusberkomproimidankapanharusmempertahankanpendirian.
2.
Bertanggungjawabtentangdirisendirisehinggamampumenyelaraskankepentingan
individual dengantanggungjawabsosial.
Keselarasanitumemungkinkanmeningkatnyahargadirimelaluiinterrelasidengan orang-orang
lain dankepeduliansampaiketertibandalampergaulanhidupdanpengabdianmasyarakat.
3.
Individusebagaipribadimenyadaristabilitasataukestabilannyasehinggamampumengapresiasiperbedaanpendapatdengan
orang laindancenderungkonsistenmendahulukanpenyelesaianpertentangansosialdengancara-caradamaidansedapatmungkintanpakekerasantermasukpertentanganataukonflik
yang melibatkankepentinganpribadi.
4.
Bersediadiuji(diadili)
dalampergaulanhidupatasdasarkemampuannyamendalmidanmenghayati “pilihantindakan
moral” sesuaidenganharkatkemanusiaan. Dalamhalini orang
dewasamemperlihatkanapresiasidanpenghargaan yang
pantasatasharkatdanhak-haksamadari orang lain juyga.
5.
Turutsecarakonstruktifdalampergaulanhidupkarenakepeduliandanapresiasijugaataskesejahtraan
orang laintanpamerugikankesejahtraandankepentingandirisendiri.
6.
Dalamlingkup local
halinimampudiwujudkandalammenghormatihakdankebebasan orang
lain.,dalamcintadaerah, cintatanah air dancintakeadilansosial.
7.
Mencapainorma-normasecarapribadiarasdasarperkembangankemampuanmemahamidanmengelolahnorma-normadariluardandarimasyarakatsebelumdijadikannorma
yang bermaknaotonomsecarapribadi. Dengandemikian orang
dewasaberpendiriansendirisecarabebasdanmampumempertahankanpendirianitusecara
moral danberani pula apabiladiperlukan.
Pendidikansebagaiupayamanusiauntukmanusiaadalahaspekdanhasilbudayaterbaik
yang mampudisediakandarigenerasikegenarasi agar
melanjutkankehidupandancarahidupmerekadengankontekssosiobudayapadazamanmasingmasing.
Untukitudiperlukanpendidikanmelampauipendidikandalamkeuargauntukmeningkatkanharkatdankepribadianindividuagar
menjadimanusialebihcerdassertauntukmelimpahkankekayaansosio-budayaolehgenerasi
orang dewasadalamsetiapmasyarakatkepadagenerasi yang lebihmuda.
Dari segibentukadaduasegi normative
pendidikan yang harussalingmelengkapi, yaitu; (1) segipengembangan individual
manusiabagiterwujudnyakonstribusiindividumenujuperubahan social, dan (2)
segipelimpahadan/ atautransmissiharta/
nilaisosio-budayabagiterwujudnyastabilitasdantertib social.
“logito
ergo sum” akuberfikirkarenaituakuada (kata Deskrates)[1]
Pendidikanadalahkebutuhanmanusia yang
khususbersifatmanusiawisesudahkebutuhanmakan-minumdanbiologis.Sepertidinyatakanoleharistoteleshanyamanusia
yang membutuhkanpendidikanmengingattingkatjiwanya yang bersifat “anima
intelektiva”.Untukitudapat di
defenisikansecarasedeerhanabahwapendidikanmerupakanupayadalam proses
kegiatanmanusiasebagaipribadi-pribadiuntuksecarasengaja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar