AKAN SELALU ADA JALAN BAGI YANG MAU BERBUAT

Safaruddinufe1121@gmail.com

TRANSLATE



JapaneseGermanEnglishFrenchSpainChinese SimplifiedArabicRussian

Translate

visitor

Senin, 28 Oktober 2013

DEFINISI PEDAGOGIC



Pedagogic/ ilmupendidikansebagaiteorimerupakanilmukhusus yang mempelajari pendidikan anak hingga memcapai kedewasaan sebagai tujuan umum atau akhir atau cita-cita (maksud murni) pendidikan.
Pendidik hadir dalam pendidikan untuk melakukan tindakan mendidik sekaligus mewakili norma kedewasaan.
Kedewasaan merupakan nilai, standar dari kualitas universal kehidupan manusia dengan isi minimum atau ciri-ciri sama sekalipun bentuk-bentuk kedewasaan bervariasi menurut konteks sosio-budaya.
Ciri-cirikedewasaansebagaikualitasnormatifpadasumberdayamanusiasecara universal, ciri- ciriumumkedewasaan, ialah :
1.       Kedewasaanbersifatstatis, tertutupberhubunttelahmencapaisuatu status terpadudalamperkembangansecaraindividu, social dan moral. Secaraindividu orang dewasadapatberlakurajin, sabar; secarasosialmampumengetahuikapanharusberkomproimidankapanharusmempertahankanpendirian.
2.       Bertanggungjawabtentangdirisendirisehinggamampumenyelaraskankepentingan individual dengantanggungjawabsosial. Keselarasanitumemungkinkanmeningkatnyahargadirimelaluiinterrelasidengan orang-orang lain dankepeduliansampaiketertibandalampergaulanhidupdanpengabdianmasyarakat.
3.       Individusebagaipribadimenyadaristabilitasataukestabilannyasehinggamampumengapresiasiperbedaanpendapatdengan orang laindancenderungkonsistenmendahulukanpenyelesaianpertentangansosialdengancara-caradamaidansedapatmungkintanpakekerasantermasukpertentanganataukonflik yang melibatkankepentinganpribadi.
4.       Bersediadiuji(diadili) dalampergaulanhidupatasdasarkemampuannyamendalmidanmenghayati “pilihantindakan moral” sesuaidenganharkatkemanusiaan. Dalamhalini orang dewasamemperlihatkanapresiasidanpenghargaan yang pantasatasharkatdanhak-haksamadari orang lain juyga.
5.       Turutsecarakonstruktifdalampergaulanhidupkarenakepeduliandanapresiasijugaataskesejahtraan orang laintanpamerugikankesejahtraandankepentingandirisendiri.
6.       Dalamlingkup local halinimampudiwujudkandalammenghormatihakdankebebasan orang lain.,dalamcintadaerah, cintatanah air dancintakeadilansosial.
7.       Mencapainorma-normasecarapribadiarasdasarperkembangankemampuanmemahamidanmengelolahnorma-normadariluardandarimasyarakatsebelumdijadikannorma yang bermaknaotonomsecarapribadi. Dengandemikian orang dewasaberpendiriansendirisecarabebasdanmampumempertahankanpendirianitusecara moral danberani pula apabiladiperlukan.
Pendidikansebagaiupayamanusiauntukmanusiaadalahaspekdanhasilbudayaterbaik yang mampudisediakandarigenerasikegenarasi agar melanjutkankehidupandancarahidupmerekadengankontekssosiobudayapadazamanmasingmasing.
Untukitudiperlukanpendidikanmelampauipendidikandalamkeuargauntukmeningkatkanharkatdankepribadianindividuagar menjadimanusialebihcerdassertauntukmelimpahkankekayaansosio-budayaolehgenerasi orang dewasadalamsetiapmasyarakatkepadagenerasi yang lebihmuda.
Dari segibentukadaduasegi normative pendidikan yang harussalingmelengkapi, yaitu; (1) segipengembangan individual manusiabagiterwujudnyakonstribusiindividumenujuperubahan social, dan (2) segipelimpahadan/ atautransmissiharta/ nilaisosio-budayabagiterwujudnyastabilitasdantertib social.
logito ergo sum” akuberfikirkarenaituakuada (kata Deskrates)[1]

Pendidikanadalahkebutuhanmanusia yang khususbersifatmanusiawisesudahkebutuhanmakan-minumdanbiologis.Sepertidinyatakanoleharistoteleshanyamanusia yang membutuhkanpendidikanmengingattingkatjiwanya yang bersifat “anima intelektiva”.Untukitudapat di defenisikansecarasedeerhanabahwapendidikanmerupakanupayadalam proses kegiatanmanusiasebagaipribadi-pribadiuntuksecarasengaja


[1] Tim pengembangilmupendidikan FIP-UPI,Ilmudanaplikasipendidikanjilid 1(PT. IMTIMA,. 2011) h.9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar